KYOTO TOWER – SIMBOL MODERNITAS DI TENGAH TRADISI KOTA BERSEJARAH
Kyoto Tower, yang menjulang anggun di atas Stasiun Kyoto, adalah sebuah landmark yang modern dan mencolok di kota yang kaya akan sejarah dan tradisi ini. Selesai dibangun pada tahun 1964, menara observasi ini menawarkan kontras yang menarik dengan kuil-kuil kuno dan taman-taman tradisional di sekitarnya. Dirancang oleh arsitek Mamoru Yamada, Kyoto Tower tidak hanya menjadi simbol modernitas di tengah lanskap bersejarah, tetapi juga berfungsi sebagai obor putih yang menyambut pengunjung ke ibu kota budaya Jepang yang lama.
Kyoto Tower adalah sebuah menara observasi dan fasilitas komersial yang berdiri megah di depan Stasiun Kyoto, salah satu stasiun tersibuk di Jepang. Dengan tinggi 131 meter, menara ini menjadi struktur tertinggi di Kyoto dan merupakan satu-satunya menara tinggi di kota yang sangat membatasi pembangunan gedung pencakar langit demi pelestarian warisan budaya.
BACA JUGA: JIN MAO TOWER: PIONIR LANGIT SHANGHAI DENGAN SENTUHAN BUDAYA CINA
Fitur utama:
- Dek observasi setinggi 100 meter di atas permukaan tanah yang menawarkan pemandangan 360 derajat kota Kyoto, termasuk Gunung Hiei dan kuil-kuil terkenal.
- Kyoto Tower Hotel di bagian bawah menara, lengkap dengan fasilitas akomodasi dan restoran.
- Pusat perbelanjaan dan oleh-oleh di lantai bawah tanah dan lobi.
- Onsen publik (pemandian air panas) yang terletak di lantai bawah untuk pengunjung yang ingin relaksasi.
Struktur menara dirancang menyerupai lilin putih raksasa, yang melambangkan penerangan spiritual dan simbol dari kemajuan kota.
Sejarah
- Perencanaan dimulai: Awal 1950-an, setelah Perang Dunia II, saat Kyoto ingin membangun simbol kemajuan dan masa depan.
- Konstruksi dimulai: 1963.
- Selesai dan diresmikan: 28 Desember 1964, beberapa bulan setelah Olimpiade Tokyo 1964.
- Dirancang oleh: Arsitek modern Jepang Makoto Tanahashi, dengan bantuan dari perusahaan teknik Nikken Sekkei.
Pembangunan Kyoto Tower awalnya memicu perdebatan karena bentuk dan tinggi menara dinilai tidak selaras dengan kota yang identik dengan bangunan tradisional rendah. Namun, seiring waktu, menara ini diterima sebagai bagian dari identitas kota modern Kyoto.
Lokasi
Kyoto Tower berlokasi di 721-1 Higashishiokojicho, Shimogyo Ward, Kyoto, 600-8216, Jepang. Posisinya sangat strategis, tepat di seberang utara Stasiun Kyoto, menjadikannya titik pertemuan yang mudah dan salah satu hal pertama yang terlihat oleh pengunjung saat tiba di kota. Aksesnya sangat mudah melalui jaringan kereta api dan bus kota.
Biaya Pembuatan
Biaya pembangunan Kyoto Tower adalah sekitar JPY 600 juta pada tahun 1964 (setara dengan sekitar JPY 2,2 miliar atau sekitar $14 juta USD dalam dolar tahun 2025). Meskipun biaya ini mungkin tidak terlalu besar dibandingkan dengan proyek-proyek pencakar langit modern, pada masanya, ini adalah investasi yang signifikan untuk sebuah menara observasi.
Fakta Menarik
- Bukan Bangunan Sebenarnya: Secara teknis, Kyoto Tower bukanlah “bangunan” dalam arti tradisional karena tidak memiliki lantai yang dapat dihuni di seluruh tingginya. Ini adalah struktur menara yang berdiri di atas sebuah bangunan sembilan lantai.
- Terinspirasi Lilin: Desain menara terinspirasi oleh lilin tradisional Jepang, melambangkan “cahaya” dan “harapan” di kota.
- Pemandian Umum di Bawah Tanah: Keberadaan pemandian umum (sento) di bawah tanah gedung menara adalah hal yang unik dan memberikan sentuhan tradisional Jepang di tengah struktur modern.
- “Menara Lilin Terbesar di Dunia”: Karena desainnya, menara ini kadang-kadang disebut sebagai “menara lilin terbesar di dunia.”
- Kontras dengan Sejarah: Lokasinya yang modern di samping stasiun kereta api dan latar belakang kuil-kuil bersejarah menciptakan kontras visual yang menarik dan sering menjadi subjek fotografi.
- Observatorium Astronomi di Masa Lalu: Pada awal pembukaannya, dek observasi juga digunakan sebagai observatorium astronomi.
- Desain Anti-Gempa: Meskipun tampak ringan, struktur menara dirancang untuk menahan gempa bumi dan angin topan yang kuat, menunjukkan keandalan rekayasa Jepang.
BACA JUGA: PALACIO DE CRISTAL: PERMATA ARSITEKTUR KACA DI JANTUNG MADRID
Kyoto Tower adalah sebuah landmark yang memecah tradisi di kota yang kental dengan sejarah. Dengan desainnya yang menyerupai lilin dan posisinya yang menonjol di atas Stasiun Kyoto, menara ini tidak hanya berfungsi sebagai titik observasi yang memberikan pemandangan tak tertandingi, tetapi juga sebagai simbol modernitas yang hidup di tengah warisan budaya yang kaya. Meskipun sempat menuai kontroversi, Kyoto Tower kini telah merangkul perannya sebagai ikon kota, mengundang pengunjung untuk melihat Kyoto dari perspektif baru dan mengapresiasi perpaduan unik antara masa lalu dan masa depan.
Artha Djaya – Pipa Besi Surabaya
Artha djaya – Kami merupakan supplier besar produk besi baja di Jawa Timur, namun saat ini kami juga melayani pembelian eceran. Karena itu kami pastikan harga kami lebih murah, bahkan jika ditambah dengan ongkos kirim ke lokasi Anda pun total harga kami akan lebih murah.
Melayani pengiriman ke seluruh wilayah Indonesia, termasuk seluruh Jawa, Sumatera, Sulawesi, Kalimantan, Bali, Nusa Tenggara, hingga Papua.Kami menyediakan semua jenis produk besi baja, baik produk merek lokal maupun import dengan berbagai jenis ukuran.
menyediakan semua jenis produk besi, meliputi berbagai besi beton, pipa besi, plat baja, aneka kawat besi, atap baja, dan lain-lain. Kami menyediakan produk lokal maupun produk import. dengan standart tertinggi dan ukuran yang presisi.
Hubungi segara admin kami mengenai pertanyaan produk dan harga promo yang berlaku pada saat ini








Leave a Reply